Jejak Samudera Pasai di Tanah Langsa: Ziarah ke Makam Sultan Malikul Saleh dan Cerita di Baliknya
Jejak Kesultanan Samudera Pasai di Langsa lewat ziarah Makam Sultan Malikul Saleh, sejarah, akses, dan cerita lokal yang menyertainya.

Hal Penting
- Langsa adalah kota di Provinsi Aceh, sekitar 400 km dari Banda Aceh.
- Penduduk Kota Langsa pada 2021 sebanyak 185.622 jiwa dengan kepadatan 707 jiwa/km2.
- Samudera Pasai adalah kesultanan Islam awal di pesisir utara Sumatra yang pusatnya di sekitar Lhokseumawe-Aceh Utara.
- Sultan Malikul Saleh (Marah Silu) dikenal sebagai sultan pertama Samudera Pasai.
- Makam Sultan Malikul Saleh berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, bukan di dalam Kota Langsa.
Dari Langsa Menuju Jejak Pasai
Perjalanan dari Kota Langsa menuju situs sejarah Samudera Pasai bukan perjalanan jauh. Dari pusat kota, pengunjung biasanya menempuh jalur darat ke arah barat menyusuri jalan lintas Sumatra, melewati kawasan Aceh Timur, lalu masuk ke Kabupaten Aceh Utara. Rute ini relatif ramai pada pagi hari, terutama karena banyak kendaraan logistik dan angkutan antarkota. Bagi warga Langsa, menziarahi makam Sultan Malikul Saleh sering dianggap sebagai perjalanan setengah hari yang bisa ditempuh dengan mobil pribadi, bus antarkota, atau kendaraan sewa.
Langsa sendiri adalah kota di Provinsi Aceh, sekitar 400 km dari Banda Aceh. Pada 2021, penduduknya tercatat 185.622 jiwa dengan kepadatan 707 jiwa per kilometer persegi. Posisinya di jalur timur Aceh membuat Langsa kerap menjadi titik singgah sebelum orang melanjutkan perjalanan ke situs-situs Samudera Pasai di Aceh Utara. Meski makam Sultan Malikul Saleh tidak berada di dalam wilayah Kota Langsa, jejak kesultanan itu tetap hidup dalam ingatan kolektif dan lintasan ziarah warga Langsa.
Siapa Sultan Malikul Saleh
Sultan Malikul Saleh dikenal sebagai sultan pertama Kesultanan Samudera Pasai. Namanya sebelum menjadi sultan adalah Marah Silu. Dalam catatan sejarah dan naskah klasik, ia disebut sebagai penguasa yang masuk Islam dan kemudian memimpin kerajaan maritim di pesisir utara Sumatra. Pusat Kesultanan Samudera Pasai berada di sekitar kawasan yang kini mencakup Lhokseumawe dan Aceh Utara, bukan di Kota Langsa.
Karena itu, penting untuk tidak mencampuradukkan letak makam dengan wilayah kota. Makam Sultan Malikul Saleh berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Situs ini menjadi salah satu tujuan ziarah paling dikenal di Aceh. Batu nisannya bercorak khas, dengan ukiran kaligrafi Arab. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berziarah, tetapi juga untuk melihat langsung peninggalan yang menjadi penanda awal penyebaran Islam di Nusantara.
Ziarah, Akses, dan Cerita Lokal
Ziarah ke makam Sultan Malikul Saleh umumnya dilakukan pada pagi atau sore hari. Pengunjung biasanya membaca doa, membersihkan area makam, dan menaburkan bunga. Tidak ada tarif resmi yang seragam untuk masuk ke area makam. Jika ada biaya, sifatnya sukarela atau untuk parkir dan kebersihan. Karena itu, pengunjung sebaiknya membawa uang tunai secukupnya dan tidak berpatokan pada angka pasti yang beredar di media sosial.
Akses menuju lokasi sudah cukup baik untuk ukuran situs sejarah. Jalan beraspal memungkinkan kendaraan roda empat sampai ke area parkir. Namun, seperti banyak situs di kawasan pedesaan Aceh, fasilitas pendukung seperti toilet, musala, dan warung masih terbatas dan tersebar di sekitar jalan masuk. Pengunjung dari Langsa biasanya berangkat pagi agar bisa kembali sebelum sore.
Cerita yang beredar di kalangan warga sering menyentuh soal keberkahan dan ketenangan. Ada pula kisah tentang peziarah dari berbagai daerah yang datang untuk mengenang jasa penyebaran Islam. Namun, cerita-cerita semacam itu sebaiknya disampaikan sebagai tradisi lisan, bukan sebagai fakta sejarah yang pasti. Yang jelas, situs ini menjadi penghubung antara masa lalu Samudera Pasai dan kehidupan masyarakat Aceh hari ini, termasuk warga Langsa yang menjadikannya tujuan ziarah.
Sebagai rujukan tambahan, https://dewaasia.net menyajikan informasi yang relevan untuk topik ini.
Video Pilihan
Tanya Jawab Singkat
Apakah Makam Sultan Malikul Saleh berada di Kota Langsa?
Tidak. Makam Sultan Malikul Saleh berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, bukan di dalam wilayah Kota Langsa.
Berapa jarak Langsa ke Banda Aceh?
Sekitar 400 km. Langsa berada di jalur timur Aceh.
Apakah ada tiket resmi untuk ziarah ke makam?
Tidak ada tarif resmi yang seragam. Jika ada biaya, sifatnya sukarela atau untuk parkir dan kebersihan. Sebaiknya membawa uang tunai secukupnya.
Siapa Sultan Malikul Saleh?
Sultan Malikul Saleh, yang sebelumnya bernama Marah Silu, dikenal sebagai sultan pertama Kesultanan Samudera Pasai.